SPANDEX = LYCRA = ELASTANE

Spandex adalah serat sintetik yang mempunyai elastisitas yang luar biasa. Lebih kuat dan lebih tahan daripada karet. Spandex merupakan kopolimer dari poliuretan dan poliurea yang diciptakan oleh seorang kimiawan yang bernama Joseph Shivers di laboratorium Dupont ‘s Benger di Waynesboro, Virginia pada tahun 1959. Di Amerika Utara dan Eropa Spandex dikenal dengan nama Elastane. Merk-merk lainnya yaitu Lycra (Invista, sebelumnya bagian dari DuPont), Elaspan (Invista), Creora (Hyosung), ROICA dan Dorlastan (Asahi Kasei), Linel (Fillattice), dan ESPA (Toyobo).

CARA PEMBUATAN SERAT SPANDEX

Serat spandex dapat diproduksi dengan 3 cara yang berbeda yaitu cara pemintalan leleh, cara pemintalan kering dan cara pemintalan basah. Cara pemintalan kering digunakan hampir 94,5% dari produksi spandex dunia.

Cara Pemintalan Kering

Tahap pertama adalah memproduksi prapolimer. Ini dilakukan dengan cara mencampur makroglikol dengan monomer diisosianat dengan perbandingan 1:2.

Tahap kedua; kemudian prapolimer direaksikan dengan diamine dalam jumlah yang sama. Reaksi ini dikenal dengan nama reaksi berantai yang berkelanjutan (chain extension reaction). Larutan yang dihasilkan dilarutkan dengan suatu pelarut untuk memproduksi larutan. Pelarut ini membantu membuat larutan menjadi lebih encer dan lebih mudah untuk ditangani dan kemudian dapat disemprotkan kedalam lubang-lubang kecil (piringan besi) yang disebut spinneret.

Tahap ketiga; Larutan disemprotkan kedalam lubang pemintalan yang berbentuk silinder dimana polimer disemprotkan melalui piringan besi yang berlubang-lubang kecil yang dinamakan spinneret. Hal ini membuat larutan polimer terbentuk menjadi helaian serat yang panjang dan lurus atau yang disebut filament. Ketika helaian ini melalui lubang spinneret dipanaskan dengan nitrogen dengan presentasi tertentu dan larutan gas. Proses ini menyebabkan cairan polimer bereaksi secara kimiawi dan membentuk helaian yang solid atau filament.

Tahap keempat: Setelah serat keluar dari lubang, untaian serat yang solid digabungkan bersama-sama untuk membuat ketebalan yang diinginkan. Setiap serat spandex dibuat dari banyak serat-serat kecil yang melekat satu sama lain secara alami.

Tahap kelima: Serat yang dihasilkan kemudian ditambahkan finishing agent yang bisa berupa magnesium stearat atau polimer lainnya. Perlakuan ini mencegah serat saling menempel satu sama lain dan mempermudah proses selanjutnya

Tahap keenam; packing dan siap untuk dikirim ke pabrik tekstil

Penggunaan Serat Spandex Biasanya untuk pakaian yang pemakaianya menginginkan merasa nyaman dan pas di badan, seperti : baju atletik, aerobic, pakaian olahraga, baju berenang , pakaian selam, netball body suits(baju jaring), bra, celana ski (ski pants), Legging, pakaian atlet sepeda, sarung tangan, celana panjang wanita, kaus kaki, popok, skinny jeans, sabuk, pakaian dalam. Untuk perabotan rumah tangga seperti bantal microbead.

Untuk penggunaan pakaian persentase spandex lebih sedikit dari total material yang digunakan. Di Amerika jarang sekali digunakan untuk pakaian pria. Lebih sering digunakan untuk pakaian wanita agar lebih membentuk dan pas di badan. Biasanya di campur dengan persentase yang cukup besar dari produk tekstil lain seperti katun atau polyester, untuk mengurangi efek kilap.

Dalam budaya popular, spandex digunakan sebagai kostum super hero, Star Trek movie, rock band dsb.

Ringkasan dan Terjemahan bebas dari Wikipedia dan sumber-sumber lain.

Iklan

15 thoughts on “SPANDEX = LYCRA = ELASTANE

  1. benang lycra setelah proses finishing susut kain rata2 berapa % dari kain grey, untuk mencapai lebar 150 out finish lebar grey yang dibutuhkan berapa?

  2. Howdy very nice web site!! Guy .. Excellent .. Wonderful ..
    I will bookmark your web site and take the feeds also? I’m satisfied to find numerous
    helpful information here within the put up, we need develop more strategies on this regard, thanks
    for sharing. . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s